Sindrom Pramenstruasi

Yuk, Ketahui Sindrom Pramenstruasi dan Cara Mengatasinya

Sindrom pramenstruasi atau yang biasa dikenal dengan sindrom PMS merupakan gejala-gejala yang dirasakan seorang wanita ketika akan datang bulan. Setiap wanita memiliki respon yang berbeda terhadap gejala ini. Tanda-tanda ini mempengaruhi fisik, emosional dan mental seorang wanita. Adanya gejala ini karena dipengaruhi oleh perubahan hormon yang sedang terjadi pada tubuh selama masa akan datang bulan.

Umumnya PMS merupakan serangkaian gejala yang terlihat perubahannya lebih dari satu. Misalnya ketika seorang wanita akan datang bulan merasa gampang marah, murung, perasaan sedih tiba-tiba, kehilangan nafsu makan ataupun nafsu makan yang berlebih. Kadang kala juga disertai mual, kelelahan secara fisik dan capek secara pikiran. Berikut informasi yang pelu Anda ketahui tentang sindrom pramenstruasi.

Pengertian Sindrom Pramenstruasi

Sindrom Pramenstruasi adalah gejala-gejala baik yang terlihat maupun tidak terlihat pada wanita yang telah mengalami siklus menstruasi. Secara umum gejala yang terlihat adalah perubahan kondisi suasana hati seorang wanita yang berubah secara drastis. Sedangkan gejala yang tidak terlihat umumnya berupa rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh wanita. Selain itu, merasa kelelahan yang berlebihan.

PMS terjadi hampir pada seluruh wanita pada kisaran usia 20-30 tahun dengan intensitas dan gejala-gejala yang berbeda. Umumnya gejala dirasakan seminggu sebelum datang bulan hingga masa haid dan akan hilang setelah selesai masa menstruasi. Berikut tanda-tanda yang sering terlihat selama wanita mengalami masa PMS.

Gejala-gejala Sindrom Pramenstruasi

Gejala-gejala pada saat wanita mengalami masa PMS ini dibedakan menjadi dua yaitu secara fisik dan emosional. Dimana keduanya memiliki gejala dan penampakan yang berbeda.

  1. Gejala secara fisik

Pada saat wanita sedang PMS, secara fisik akan terlihat dengan jelas maupun hanya dirasakan oleh perempuan tersebut. Berikut gejala-gejala fisik yang umum dirasakan  oleh wanita yang sedang PMS.

  • Ritme detak jantung yang tidak teratur dan terasa berdebar-debar.
  • Timbulnya jerawat
  • Mudah mengalami kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi tanpa adanya penyebab khusus
  • Nyeri punggung dan perut pada bagian bawah
  • Payudara terasa bengkak dan nyeri
  • Terjadi gangguan pencernaan misalnya perut terasa kembuh, penuh dan kadang-kadang juga diare
  • Terjadinya perubahan nafsu makan yang berlebihan ataupun kehilangan nafsu makan

Gejala-gejala di atas dapat berbeda pada setiap wanita tergantung dari kondisi tubuh wanita tersebut dan aktivitas harian yang mereka lakukan. Selain itu, pada beberapa wanita ada yang tidak mengalami gejala-gejala di atas juga.

  1. Gejala secara Emosional

Tidak hanya gejala fisik saja, sindrom pramenstruasi juga dapat dirasakan gejalanya secara emosional/psikologis. Gejala ini tidak semua wanita juga mengalaminya, tergantung bagaimana kondisi dasar setiap wanita. Berikut beberapa gejala PMS secara emosional.

  • Menjadi lebih sensitif
  • Timbul rasa gelisah berlebihan
  • Mudah menangis karena hal-hal sepele
  • Suasana hati yang tidak nyaman
  • Mood swing (perubahan suasana hati yang begitu cepat dan drastis)
  • Mudah tersinggung dan marah
  • Kehilangan kepercayaan diri
  • Pikiran mudah capek
  • Susah tidur
  • Perubahan nafsu seksual

Sindrom pramenstruasi ini umumnya akan menggangu kinerja seorang wanita dan juga dapat menggangu orang di sekitar mereka. Hal ini karena perubahan suasana hati yang cepat dan tidak mudah tertebak dapat mempengaruhi lingkungan mereka. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan ataupun usaha untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul saat PMS. Berikut beberapa cara untuk mengatasi PMS yang perlu Anda tahu.

Cara Mengatasi Sindrom Pramenstruasi

Sindrom Pramenstruasi

  1. Olahraga secara teratur

Melakukan olahraga merupakan cara terbaik untuk mengurangi timbulnya gejala PMS ini. Selain itu dengan berolahraga juga akan mendapatkan tubuh yang sehat dan pikiran yang segar. Stres yang ada pada tubuh dan pikiran juga dapat berkurang dan bahkan hilang ketika seseorang melakukan olahraga secara teratur.

Olahraga dapat memperlancar peredaran darah pada tubuh sehingga darah dapat mengalir secara merata di seluruh tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memperkuat sistem imunitas tubuh terhadap serangan penyakit sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan bugar. Olahraga juga dapat mengurangi rasa nyeri pada payudara.

  1. Manajemen stress dengan benar

Stress merupakan salah satu penyebab utama dari segala macam penyakit yang timbul pada tubuh. Tidak hanya PMS namun juga penyakit-penyakit berat dapat timbul karena Anda sedang stress berat. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari kegiatan-kegiatan yang membuat stres atau memicu stres. Namun, jika Anda tidak dapat menghindari kegiatan tersebut sebaiknya lakukan pola bekerja yang lebih baik.

Jika perlu lakukan liburan untuk melepas stress karena pekerjaan ataupun tuntutan hidup. Selain itu, sebaiknya tidak terlalu memikirkan hal-hal yang tidak perlu dipikirkan. Karena hal ini akan memicu stress pada diri Anda. Berikan waktu istirahat pada tubuh ketika selesai bekerja keras. Manfaatkan akhir pekan dengan baik untuk sekedar istirahat sejenak dari segala pekerjaan sehingga dapat mengurangi stress.

  1. Menghindari minuman beralkohol

Minuman-minuman yang mengandung alkohol dapat memperparah gejala sindrom pramenstruasi. Hal ini karena alkohol dapat mempengaruhi kinerja dari hormon steroid dan zat kimia otak, serotonin sehingga gejalanya menjadi lebih parah. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindarilah minuman-minuman yang mengandung alkohol sebelum masa menstruasi datang. Hal ini dapat mengurangi gejala PMS yang dirasakan.

Sebisa mungkin meninggalkan minuman beralkohol adalah salah satu langkah terbaik. Hal ini karena gejala PMS akan berulang setiap bulannya. Untuk mengatasi ketidaknyamanan selama PMS sebisa mungkin benar-benar hentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Selain dapat mengurangi gejala sindrom ini, juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

  1. Mengatur waktu makan

Salah satu gejala PMS yaitu timbulnya rasa kembung dan penuh pada perut. Selain itu, juga timbul rasa nyeri pada perut bagian bawah. Untuk meringankan gejala ini cobalah untuk makan lebih sering namun dengan prosi yang sedikit. Makan dengan porsi seperti ini akan membuat gula darah menjadi lebih stabil.

Makan pada porsi yang besar dengan jarak makan yang jauh. Lonjakan gula pada darah yang tinggi dan tiba-tiba dapat dengan mudah mempengaruhi suasana hati. Selain itu, hindari makanan-makanan dengan kandungan gula yang tinggi untuk menstabilkan gula pada darah.

  1. Mengonsumsi obat-obatan khusus

Pada beberapa wanita, gejala yang dirasakan bisa amat parah. Bahkan mereka dapat amat tersiksa. Jika keadaan ini tidak dapat diatasi dengan mengatur pola makan dan pola hidup, Anda dapat mengatasinya dengan obat-obatan anti nyeri untuk mengurangi gejala yang timbul. Obat-obatan yang bisa dikonsumsi yaitu anti nyeri, anti depresan dan pil kontrasepsi.

Itulah informasi tentang PMS yang seringkali dirasakan gejalanya oleh wanita sehingga keadaan tersebut dapat dimaklumi. Selain itu, karena sindrom ini selalu ada setiap bulan sebisa mungkin melakukan manajemen stress untuk mengurangi gejala yang membuat tidak nyaman.

Tinggalkan komentar