risiko menggunakan obat cytotex

Ketahui Risiko Menggunakan Obat Cytotex yang Tidak Tepat

Sebagai bahan kimia penggunaan obat-obatan medis tentunya tidak boleh dilakukan sembarangan. Penggunaan obat tanpa aturan yang benar sesuai kebutuhan justru akan menjadi racun pada tubuh dan bisa mengganggu kesehatan. Penyalahgunaan obat keras akan mendatangkan risiko berbahaya bagi tubuh. Salah satunya adalah risiko menggunakan obat cytotex yang tidak seharusnya.

Mengapa obat cytotex? Ya, obat cyotex menjadi salah satu jenis obat yang jika dipergunakan secara tidak tepat akan mendatangkan efek berbahaya. Lebih mengerikannya lagi bahaya dari penyalahgunaan obat tersebut mungkin tidak ada hubungannya dengan fungsi yang seharusnya. Cytotex dengan kandungan aktif misoprostol digunakan untuk tukak lambung karena konsumsi obat NSAID.

Sayangnya masih banyak penyalahgunaan atas obat tersebut yang bisa berdampak pada kematian terutama untuk wanita hamil. Penyalahgunaan obat cytotex mengudang risiko yang tidak bisa dianggap sepele. Mengkonsumsi obat cytotex tanpa resep dan pengawasan dokter bisa menjadi masalah besar baik jangka panjang maupun pendek.

Agar lebih jelas mengenai risiko menggunakan obat cytotex tanpa pengawasan dokter dan tidak sesuai peruntukan seharusnya ikuti penjelasan berikut ini.

Bahaya dan Risiko Penyalahgunaan Obat Cytotex

Menyebabkan Kontraksi Berlebihan Pada Rahim

Dalam penggunaan obat cytotex untuk pengobatan pada keluhan tukak lambung dan usus halus dokter akan berhati-hati. Biasanya dokter akan menanyakan apakah Anda sedang mengandung atau menyusui sebelum meresepkan obat tersebut. hal tersebut bukan tanpa sebab dilakukan oleh dokter. Konsumsi obat cytotex bisa mengundang risiko berbahaya bagi janin ataupun bayi.

Penggunaan obat cytotex pada seorang wanita yang sedang hamil bisa membahayakan kondisi janinya. Itu disebabkan karena obat tukak lambung tersebut akan menyebabkan kontraksi pada dinding rahim. Dalam hal ini risiko menggunakan obat cytotex adalah bisa menyebabkan luruhnya janin yang berujung pada keguguran. Obat ini juga akan diserap ASI sehingga bisa terminum oleh bayi.

Memicu Terjadinya Pendarahan Hebat

Penyalahgunaan atau konsumsi obat cytotex yang tidak sesuai kebutuhan yang seharusnya bisa mendatangkan masalah pendarahan. Bukan hanya pendarahan yang biasa namun bisa digolongkan pada tingkat berat. Pendarahan akibat penggunaan obat cytotex baik yang disengaja ataupun tidak tentunya akan berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa kondisi pendarahan hebat yang bisa terjadi sebagai risiko menggunakan obat cytotex antara lain adalah :

  • Keluarnya gumpalan-gumpalan darah seukuran bola golf yang terus menerus selama 2 jam bahkan lebih.
  • Terjadinya pendarahan tingkat berat yang bisa berlangsung selama 12 jam secara terus menerus.

Memicu Kondisi Tidak Baik Pada Tubuh

Selain akan memicu terjadinya pendarahan berat, konsumsi obat cytotex yang tidak seharusnya akan mendatangkan kondisi buruk bagi tubuh. Beberapa kondisi akibat risiko menggunakan obat cytotex untuk tubuh tersebut yaitu :

  • Terjadinya infeksi ringan hingga berat pada tubuh. Infeksi ringan ditandai dengan nyeri pada otot, sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada tubuh. Sedangkan pada infeksi tingkat berat Anda bisa merasakan demam.
  • Demam dengan suhu tubuh lebih dari 38°C (hot flushes) yang terjadi selama 4 jam atau lebih.
  • Mengalami muntah yang berlangsung terus menerus selama 4 hingga 6 jam.
  • Rasa nyeri yang hebat pada perut yang tidak akan bisa dihilangkan dengan kompres panas, obat ataupun istirahat.
  • Terjadinya pembengkakan pada perut dan juga area intim yang bisa disertai rasa nyeri dan ruam kemerahan.
  • Memicu detak jantung menjadi lebih cepat dari biasanya.
  • Keputihan dalam jumlah yang banyak dan berbau tidak sedap.

Pertumbuhan dan Perkembangan Janin yang Tidak Sempurna

Banyak orang tidak bertanggungjawab yang mempergunakan obat cytotex untuk aborsi tanpa memikirkan risikonya. Kebanyakan dari mereka berpikir bahwa masalah pengguguran janin akan selesai dengan mengkonsumsi obat cytotex. Padahal jika janin yang digugurkan tidak luruh maka yang terjadi adalah pertumbuhan yang tidak sempurna.

Akibat pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sempurna pada janin bisa mengakibatkan banyak hal tidak menguntungkan. Risiko menggunakan obat cytotex pada janin antara lain adalah bisa menyebabkan cacat saat dilahirkan. Bukan hanya cacat secara fisik saja tetapi bayi juga bisa mengalami kemungkinan ketidaksempurnaan saraf.

Menyebabkan Kematian Ibu Hamil

Rasanya sudah terlalu sering kita mendengar berita tentang kematian karena tindakan aborsi yang tidak sesuai prosedur medis. Obat cytotec menyebabkan terjadinya kontraksi hebat pada dinding rahim dan bisa memicu pendarahan hebat. Pendarahan yang hebat pada wanita hamil jika tidak segera ditangani dengan tepat dan benar tidak menutup kemungkinan akan berujung pada kematian.

Hal seperti itulah juga yang sering terjadi pada kasus aborsi atau pengguguran kandungan yang ilegal. Terjadinya kematian pada korban aborsi biasanya bermula dari kasus pendarahan dan komplikasi infeksi berbahaya. Jenis obat yang cukup sering digunakan untuk aborsi ilegal adalah cytotec. Oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa risiko menggunakan obat cytotex sembarangan bisa memicu kematian.

Semua obat-obatan medis seharusnya dipergunakan secara tepat agar bisa memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Termasuk juga obat cytotex tersebut. Penyalahgunaan obat-obatan kimia keras akan membahayakan tubuh baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Hindari risiko menggunakan obat cytotex dengan tidak mempergunakannya secara sembarangan termasuk untuk aborsi.

Penyalahgunaan obat cytotex untuk aborsi ilegal agar Anda terhindar dari komplikasi berbahaya. Beberapa risiko dari tindakan aborsi bisa membayakan kesehatan dan kondisi tubuh bagi pelakunya. Inilah beberapa akibat dari tindakan aborsi tidak prosedural termasuk dengan mempergunakan obat cytotex.

Risiko Penggunaan Cytotex Untuk Aborsi Ilegal

Memicu Gagal Jantung

Risiko menggunakan obat cytotex yang tidak tepat apalagi untuk tindakan aborsi ilegal bisa menyebabkan terjadinya gagal jantung. Kondisi gagal jantung tersebut disebabkan oleh penggunaan obat cytotex dalam jumlah yang berlebihan atau over dosis.

Gagal jantung atau disebut juga dengan heart failure merupakan kondisi dimana kemampuan memompa darah menurun drastis. Akibat dari melemahnya kemampuan jantung memompa tersebut darah menjadi tidak bisa mengalir ke seluruh tubuh. Kondisi seperti itu akan sangat membahayakan nyawa seseorang.

Meningkatkan Potensi Kehamilan Ektopik

Mempergunakan obat aborsi seperti cytotex untuk menggugurkan janin tanpa prosedur medis akan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan ektopik.  Pengertian dari kehamilan ektopik sendiri adalah kondisi dimana embrio atau janin menempel bukan pada rahim. Orang awam biasa menyebutnya dengan hamil anggur atau hamil di luar kandungan.

Kondisi kehamilan ektopik yang disebabkan oleh konsumsi obat aborsi seperti cytotex berisiko lebih besar daripada kasus hamil ektopik biasa. Pada kasus hamil ektopik akibat penggunaan obat cytotex tersebut penderita bisa mengalami kematian. Hal tersebut disebabkan oleh pecahnya saluran tuba falopi karena konsumsi obat-obatan penggugur kandungan seperti cytotex.

Radang Panggul

Peradangan pada panggul atau PID bisa menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan pada wanita. PID atau Pelvic Inflammatory Disease merupakan salah satu risiko menggunakan obat cytotex yang tidak tepat. Akibat dari PID bagi wanita antara lain yaitu berkurangnya kemampuan reproduksi dan nyeri panggul kronis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *