aborsi yang diperbolehkan

Kapan Reaksi Cytotec Berhasil? Kamu Perlu Tahu Info Ini

Aborsi boleh dilakukan saat ada gangguan medis tertentu. Tindakan aborsi dikatakan ilegal menurut Undang-undang kesehatan dan dosa menurut agama, saat terjadi hamil di luar nikah. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan cytotec dan bisa diketahui reaksi cytotec berhasil dengan melihat artikel ini.

Aborsi sebagian besar yang sukses tidak memerlukan perawatan medis lagi saat kehamilan sudah tidak berkembang. Dokter biasanya akan melakukan rekomendasi saat terjadi gangguan kesehatan di 9 minggu pertama, sehingga lebih aman dan tidak perlu perawatan intensif pasca aborsi. Informasi terkait aborsi bisa dilihat berikut.

Beberapa Informasi Terkait Aborsi

Ada banyak informasi yang berkaitan dengan reaksi penggunaan cytotec dan berapa lama reaksi cytotec bisa berhasil. Tindakan aborsi dengan alasan medis bisa dikatakan berhasil memiliki ciri-ciri tertentu. Bahkan, tidak perlu untuk usaha untuk mengeluarkan sisa kehamilan. Seluruh informasi tersebut dan hal terkait akan disampaikan berikut.

1. Wanita yang Diperbolehkan Aborsi Menurut Undang-Undang Kesehatan

aborsi yang diperbolehkan
www.sehatq.com

Ada beberapa kondisi pada ibu hamil yang disarankan dokter untuk melakukan aborsi sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan. Contoh kasus adalah kehamilan yang bisa membahayakan kondisi ibu hamil, karena ibu hamil punya penyakit jantung yang berat. Ada juga wanita menikah dengan kondisi penyakit tertentu yang bisa berakibat fatal.

Apabila penyakit yang diidap oleh ibu hamil ringan dan tidak ada pengaruh fatal pada bayi dan ibu hamil, maka aborsi hukumnya haram. Aborsi boleh dilakukan saat ibu sedang menderita penyakit parah tertentu yang menyebabkan kelahiran sang bayi menjadi cacat parah dan bila tidak aborsi membahayakan nyawa ibu.

Bahkan, penentuan untuk proses aborsi ini tidak boleh diputuskan hanya dengan 1 dokter saja. Diperlukan tim lainnya, seperti dokter kebidanan, dokter jiwa, dokter jantung, dan juga pihak kepolisian. Harus ada rapat resmi untuk ini, sehingga tidak boleh dilakukan sendirian.

2. Ciri-Ciri Cytotec Berhasil Bekerja

Saat cytotec digunakan untuk proses aborsi, maka ada banyak ciri-ciri yang bisa muncul saat berhasil. Misalkan saja pendarahan dan juga kram. Pendarahan akan terjadi sekitar 4 jam setelah konsumsi pil cytotec. Ada kasus dimana memerlukan waktu yang lebih lama. 

Terkadang pil cytotec ini juga akan memberikan efek samping lainnya kepada pasien, seperti mual, muntah, kepala pusing, dan demam. Pendarahan tersebut bisa menjadi pertanda awal bahwa proses aborsi sedang berlanjut. Ingat sekali lagi bahwa informasi ini hanya boleh digunakan untuk tujuan medis saja.

Pendarahan tersebut kadang lebih hebat daripada menstruasi dan disertai dengan keluarnya gumpalan. Semakin besar usia kehamilan, maka pendarahan yang akan ditimbulkan semakin parah. Setelah pendarahan terjadi, maka akan diikuti dengan adanya gejala kram yang kuat.  

3. Diiringi dengan Pantauan USG dari Dokter

Setelah sang ibu yang melakukan aborsi mengalami pendarahan parah dan juga kram dalam waktu yang bisa berlangsung 1 hingga 3 minggu tersebut, maka dokter akan memantau dengan menggunakan USG. Dokter akan bisa mengetahui apakah proses aborsi berjalan dengan lancar atau tidak. 

Ada beberapa kasus dimana proses pendarahan bisa terjadi lebih dari 3 minggu, karena setiap ibu memiliki mekanisme metabolisme yang berbeda. Pastinya hal ini harus diiringi dengan pantauan dokter dan juga sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan. Reaksi cytotec gagal jika ternyata embrio masih dapat bertahan di rahim si ibu.

Kesimpulan

Kamu sebagai ibu hamil sudah pasti sangat menyayangi janin yang ada dalam rahim kamu. Namun, ada kondisi dimana secara medis, hal keberadaan janin bisa menyebabkan kematian sang ibu. Saat itulah, biasanya para tim kedokteran dari berbagai disiplin ilmu akan mengadakan rapat beserta pihak kepolisian untuk rencana aborsi.

Proses tersebut juga hanya bisa terjadi saat ibu dan keluarga setuju akan rekomendasi untuk aborsi janin dalam kandungan. Ingat bahwa tindakan aborsi yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan bisa menyebabkan penjara dan juga haram hukumnya menurut agama. 

Penentuan hasil reaksi cytotec berhasil akan diputuskan oleh dokter dan biasanya dilakukan dengan menggunakan USG. Pengecualian larangan aborsi hanya terjadi dalam 2 kasus yaitu darurat medis yang terdeteksi sejak awal kehamilan yang ancam nyawa ibu dan kehamilan akibat perkosaan yang bisa sebabkan trauma psikologis.

Tinggalkan komentar