penyalahgunaan obat cytotec

Berikut Ini Beberapa Penyalahgunaan Obat Cytotec

Ternyata, ada cukup banyak kasus penyalahgunaan obat Cytotec yang terjadi di masyarakat dunia, terutama kasus aborsi. Seperti yang Kita ketahui, penggunaan obat Cytotec yang tidak sesuai dengan resep dokter atau saran penggunaan dosis yang benar bisa menyebabkan keguguran kandungan. Hal ini terutama sangat berdampak pada masa awal kehamilan, yaitu pada trimester pertama.

Selain itu, wanita yang sedang merencanakan kehamilan juga sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat ini. Namun, efek samping atau bahaya penggunaan obat Cytotec ini justru dijadikan alternatif atau dimanfaatkan untuk melakukan tindakan penyalahgunaan obat. Meskipun obat tersebut digunakan untuk menggugurkan kandungan atas permintaan pasien sendiri, hal itu tetap tidak bisa dibenarkan.

Berikut ini Contoh Penyalahgunaan Obat Cytotec

penjual obat cytotec

Menyalahgunakan obat-obatan tidak sesuai dengan fungsinya tentu sangat berbahaya bagi pasien itu sendiri. Namun, hal itu sepertinya sudah tidak diperdulikan lagi oleh pasien ataupun pelaku demi memuaskan keinginan mereka. Obat Cytotec itu sendiri sebenarnya digunakan untuk mengobati dan mencegah tukak lambung dan tukak duodenum.

Namun, obat ini tergolong cukup keras dan harus dibeli dengan resep dokter dan dosis khusus yang bisa berbeda tiap orang. Dosis obat Cytotec harus disesuaikan dengan umur pasien, kondisi dan riwayat kesehatan dan lain sebagainya. Itulah mengapa harus dilakukan pemeriksaan dan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menentukan dosisnya.

Meski begitu, masih banyak kasus penyalahgunaan obat Cytotec yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, antara lain:

  • Digunakan Untuk Aborsi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa obat Cytotec banyak digunakan untuk menggugurkan kandungan atau aborsi. Padahal, ada banyak sekali masalah kesehatan yang bisa diakibatkan dari aborsi itu sendiri.

  • Digunakan atau Direkomendasikan Sebarangan

Obat ini harus dibeli dengan resep dan dosis dokter, namun banyak penjual obat cytotec gelap yang mengambil keuntungan dengan menjualnya bebas. Dosis obat Cytotec antara pasien satu dengan yang lain tidak bisa disamakan dan harus konsultasi dulu dengan dokter. Jika diperjualbelikan bebas atau direkomendasikan tanpa konsultasi, maka ini termasuk penyalahgunaan obat Cytotec dan bisa membahayakan pasien.

  • Digunakan Bersama Induksi Persalinan Lainnya

Obat Cytotec memang bisa digunakan sebagai alternatif untuk induksi persalinan. Namun, penggunaannya tidak disarankan secara bersamaan dengan obat induksi lainnya. Jika terjadi penolakan oleh tubuh pasien, obat juga harus segera dikeluarkan atau tidak boleh dilakukan lagi jika obat keluar sendiri. Memaksakan penggunaan Cytotec untuk induksi persalinan bisa berbahaya bagi keselamatan pasien.

Risiko Kesehatan yang Terjadi Setelah Aborsi

penyalahgunaan obat cytotec

Tahukah Anda bahwa menurut studi gabungan milik Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dan Institut Guttmacher, 1/4 kehamilan di dunia berakhir aborsi. Bahkan di Indonesia, angka aborsi juga masih terbilang cukup tinggi. Penyalahgunaan obat Cytotec tercatat ada 2,4 juta kasus aborsi setiap tahunnya, data ini berdasarkan BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional).

Aborsi merupakan tindakan yang sangat tidak baik dan tentu saja juga dilarang oleh agama. Bagaimana bisa seorang Ibu menggugurkan kandungan atau dengan kata lain membunuhnya calon anaknya sendiri? Apapun alasannya, aborsi bukanlah tindakan yang patut untuk dibenarkan baik yang dilakukan atas dasar paksaan maupun keinginan sendiri.

Pelaku aborsi sebaiknya memperhatikan penjelasan berikut ini karena banyak sekali efek samping yang bisa ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Efek tersebut juga sangat berbahaya bagi tubuh dan bisa berlangsung cukup lama hingga bertahun-tahun, bahkan bisa mengancam nyawa. Efek samping penyalahgunaan obat Cytotec yang umum terjadi antara lain mual dan muntah, keram perut, bahkan muncul bercak darah.

Selain itu, berikut ini efek samping parah yang bisa terjadi dan kondisi ini harus segera ditangani secara medis, antara lain:

  1. Infeksi Disebabkan Oleh Bakteri

Efek samping infeksi lebih sering terjadi daripada pendarahan berat, infeksi bisa terjadi pada 1 dari 10 kasus aborsi. Itulah sebabnya kasus atau tindakan aborsi ini dalam pengawasan ketat oleh tim dokter di Rumah Sakit. efek samping infeksi itu sendiri bisa terjadi akibat leher rahim yang melebar dan kemasukan bakteri. Infeksi ini bisa terjadi selama 3 hari atau lebih dan akan parah jika tidak ditangani dengan benar.

Infeksi akibat penyalahgunaan obat Cytotec bisa terjadi di rahim, saluran tuba dan panggul pasien. Tanda-tandanya antara lain sakit kepala, pusing, nyeri otot atau merasa tidak enak badan. gejala tersebut juga bisa disertai dengan demam tinggi atau tidak mengalami demam sama sekali. Infeksi juga bisa disertai gejala demam tinggi, sakit perut dan punggung hingga sulit berdiri, serta bau cairan vagina tidak normal.

  1. Sepsis

Ada kasus yang lebih parah, infeksi yang biasanya hanya di sekitar rahim bisa masuk ke aliran darah hingga seluruh tubuh. Hal ini bisa terjadi apabila tindakan aborsi yang dilakukan tidak sempurna dan infeksi bakteri di sekitar rahim yang meluas. Infeksi pada aliran darah ini disebut sepsis dan sangat dihindari oleh petugas kesehatan karena akibatnya bisa fatal.

Ketika infeksi akibat penyalahgunaan obat Cytotec tersebut menjalar ke aliran darah, tekanan darah pun akan melemah. Hal ini bisa mengakibatkan syok sepsis, yang merupakan kondisi gawat darurat. Berikut ini beberapa gejala yang patut diwaspadai dan bisa dijadikan sebagai tanda akan terjadinya sepsis, antara lain:

  • Demam tinggi melebihi 38 derajat celcius atau sangat rendah
  • Terjadi pendarahan yang berat
  • Terasa nyeri yang teramat parah
  • Lengan dan kaki terasa dingin dan terlihat pucat hingga merasa kedinginan parah atau menggigil
  • Merasa linglung, gelisah atau bingung dan juga letih atau lelah hingga sulit berdiri karena tekanan darah terlalu rendah
  • Tidak mampu untuk buang air kecil
  • Jantung terasa berdebar-debar dengan cepat dan keras, terjadi palpitation jantung
  • Merasa sulit untuk bernapas atau bernapas pendek-pendek, dangkal dan berasa sesak

 

  1. Pendarahan Berat pada Vagina

Pendarahan atau munculnya bercak darah adalah efek samping yang biasa terjadi bagi pasien yang melakukan aborsi. Kondisi ini bisa menjadi lebih parah yaitu pendarahan hebat disertai demam tinggi dan gumpalan jaringan janin dari rahim. Namun, hal itu sangat jarang terjadi atau bisa dibilang sekitar 1 dari 1.000 tindakan aborsi. Meski begitu, Anda harus hati-hati dan jangan lakukan aborsi yang berbahaya.

Pendarahan hebat karena penyalahgunaan obat Cytotec ini bisa berakibat sangat fatal hingga merenggut nyawa pasien atau berujung pada kematian. Ciri-ciri pendarahan hebat bisa ditandai dengan gejala berikut ini, antara lain:

  • Adanya gumpalan darah atau jaringan janin dari rahim yang cukup besar hingga lebih besar dari bola golf
  • Terjadi pendarahan dengan aliran darah yang sangat deras hingga membuat pasien harus mengganti pembalut setiap jam atau lebih sering
  • Pendarahan yang berlangsung selama 2 jam atau bisa lebih
  • Pendarahan berat yang terjadi dalam jangka waktu 12 jam berturut-turut

Efek samping tersebut tentu sangat membahayakan pasien yang melakukan tindakan aborsi. Selain itu, efek samping lain bisa menyebabkan kerusakan rahim, infeksi peradangan panggul, endometritis, kanker hingga kematian.

Setelah mengetahui bahaya dari penyalahgunaan obat ini untuk aborsi, seharusnya Anda tidak akan berani melakukannya. Banyak masalah kesehatan yang bisa terjadi dan sangat membahayakan kesehatan dan nyawa jika melakukan tindakan penyalahgunaan obat Cytotec. semoga informasinya bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *