Nyeri Haid

Nyeri Haid Berlebih? Perlu di Waspadai Timbulnya Kista

Nyeri haid secara umum akan dirasakan oleh hampir setiap wanita yang sudah mengalami masa menstruasi. Keadaan ini sebenarnya merupakan kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini karena adanya perubahan hormon dan proses peluruhan selaput pada dinding rahim yang menyebabkan nyeri haid terasa menyakitkan.

Pada beberapa kasus, nyeri haid ini dapat amat sangat menyiksa dan selalu berulang dengan keadaan yang sama. Bahkan pada beberapa wanita dapat menyebabkan pingsan. Hal ini diduga adanya kondisi lain yang menyebabkan timbulnya nyeri yang berlebihan. Salah satunya adalah adanya kista pada diri mereka.

Mengenal Kista

Kista merupakan suatu benjolan yang dapat muncul pada berbagai macam bagian pada tubuh. Umumnya benjolan ini berisi cairan, gas atau semisolid. Ukuran kista dapat bermacam-macam, mulai dari yang paling kecil hingga ukuran besar yang dapat menghimpit organ di sekitar timbulnya kista. Pada dasarnya, kista tidaklah berbahaya karena termasuk pada tumor jinak yang dapat hilang sendiri tanpa pengobatan.

Pada keadaan khusus, kista perlu diangkat dengan operasi jika ukurannya membesar. Namun, jika menjadi semakin parah membuatnya menjadi semakin berbahaya. Seorang wanita yang memiliki kista umumnya tidak akan merasakan gejala yang signifikan jika ukurannya masih kecil. Kista yang sering dialami wanita yaitu endometriosis.

Pengertian Kista Endometriosis

Kista endometriosis merupakan salah satu jenis kista yang dialami oleh wanita. Munculnya penyakit ini awalnya karena adanya peradangan pada selaput rahim (endometriosis). Peradangan ini timbul karena adanya penebalan pada dinding rahim. Timbulnya gejala ini yang terlalu dibiarkan, pada beberapa wanita dapat timbul kista endometriosis.

Seorang wanita yang telah mengalami kista endometrisis akan mengalami endometrioma. Dimana arus menstruasi kembali lagi ke dalam rahim sehingga mengalami penumpukan darah dan jaringan yang harus dibuang. Akibatnya kista menjadi semakin membesar.

Nyeri Haid karena Kista Endometriosis

Nyeri Haid

Nyeri haid merupakan gejala yang normal yang dirasakan hampir semua wanita yang telah mengalami siklus menstruasi. Namun, jika nyeri yang dirasakan amat menyakitkan dan jarang berulang harus lebih waspada. Berikut tanda-tanda nyeri haid karena gejala kista endometriosis.

  1. Nyeri yang berkepanjangan

Umumnya nyeri haid akan semakin berkurang setelah masa haid tiga hari dan akan semakin berkurang ketika siklus selesai. Namun, jika nyeri yang dirasakan berkepanjangan dan tidak berkurang secara signifikan serta tidak selalu berulang setiap siklus, dimungkinkan Anda terkena kista. Jika keadaan seperti ini dirasakan, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk memastikan keadaan yang sedang Anda alami.

Hal ini untuk mencegah keadaan semakin parah sehingga dapat dicegah terlebih dahulu. Karena pada dasarnya kista tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

  1. Nyeri yang disertai rasa tertekan di daerah panggul

Keadaan nyeri saat menstruasi yang diserta dengan rasa tertekan di daerah panggul juga dapat diindikasikan sebagai tanda-tanda Anda memiliki kista pada rahim. Kondisi ini tidak semua dialami oleh wanita. Namun, jika mengalami gejala nyeri haid yang disertai dengan rasa yang tertekan pada daerah sekitar panggul sebaiknya segera bawa ke dokter jika gejala ini berulang.

  1. Rasa nyeri yang dirasakan sulit untuk dikurangi

Nyeri haid yang dirasakan sudah pada tahap mengganggu dan menyiksa. Namun sayangnya rasa yang ditimbulkan sulit untuk diatasi bahkan ketika mengonsumsi obat-obatan anti nyeri. Obat pereda nyeri hanya dapat bertahan ketika masih memiliki efek dan ketika efeknya selesai, nyeri akan timbul lagi.

Keadaannya yang seperti ini jika dirasakan berulang-ulang dan mengganggu aktivitas harian Anda saat datang bulan, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk memastikan keadaan dan mengetahui apakah nyeri tersebut normal atau tidak.

  1. Nyeri hingga mengganggu aktivitas

Ketika Anda mengalami nyeri saat haid dan hanya dapat meringkuk di tempat tidur tanpa bisa melakukan kegiatan yang berarti, maka harus mulai waspada. Kista yang ada pada rahim bisa menimbulkan rasa nyeri ketika menstruasi apabila ukurannya sudah mulai membesar. Hal ini akan menggangu aktivitas Anda saat sedang mengalami masa datang bulan.

Jika saat masa menstruasi tiba dan Anda selalu tidak bisa menjalankan aktivitas layaknya hari-hari biasa, segera bawa ke dokter untuk mengetahui keadaan. Jika perlu dapat dilakukan USG untuk memastikan ada atau tidaknya kista pada rahim.

  1. Nyeri tidak dapat diatasi dengan obat anti nyeri yang dijual bebas

Beberapa obat anti nyeri memang di jual secara bebas karena dosis yang ada di pasaran tidak terlalu tinggi dan tidak berbahaya, misalnya ibuprofen, paracetamol dan lain sebagainya. Saat Anda mengalami nyeri haid dan telah mengonsumsi obat anti nyerti namun tidak dapat mengurangi secara berarti, maka harus mulai waspada. Hal ini bisa dimungkinkan timbulnya penyakit pada jaringan dan organ kandungan Anda.

Jika obat-obatan sudah tidak dapat mengatasinya, jalan terbaik adalah melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan apakah nyeri tersebut merupakan nyeri primer atau sekunder. Jika nyeri tersebut merupakan nyeri sekunder, maka Anda patut untuk berhati-hati dan mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi gejalanya.

  1. Rasa nyeri yang semakin parah

Nyeri haid yang dirasakan pada awalnya biasa saja, namun setiap datang siklus datang bulan semakin lama mengalaminya semakin terasa parah. Nyeri ini karena adanya kontraksi uterus yang mengeluarkan jaringan yang rusak. Namun, jika rasa nyeri yang dirasakan semakin lama semakin hebat, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk memastikan keadaan yang ada.

  1. Nyeri yang tidak teratur

Jika Anda mengalami nyeri saat haid dari awal menstruasi, keadaan itu merupakan kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini disebut dengan dismenore primer, yaitu nyeri haid yang berulang setiap kali mengalami siklus menstruasi. Umumnya tidak menimbulkan bahaya. Namun, jika nyeri yang Anda rasakan tidak selalu datang setiap bulan, perlu Anda waspadai.

Keadaan tersebut disebut dengan dismenore sekunder. Nyeri seperti inilah yang perlu berhati-hati karena tidak selalu datang setiap siklus. Hal ini dimungkinkan adanya penyakit pada rahim atau sekitar rahim Anda. Oleh karena itu perlu adanya pemeriksaaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada penyakit atau tidak sehingga dapat segera ditangani ketika memang terdapat penyakit.

Perkara nyeri haid tidak selalu merupakan tanda-tanda atau gejala adanya kista endometriosis pada rahim Anda. Namun, bisa jadi keadaan tubuh yang sedang kurang fit sehingga saat mengalami siklus menstruasi terasa amat menyakitkan. Nyeri saat haid dalam keadaan normal ini bisa diatasi secara alami. Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu melancarkan peredaran darah pada tubuh.

Olahraga ini dapat menringankan rasa nyeri pada saat menstruasi. Selain itu, rasa sakit saat masa menstruasi dikurangi dengan mengonsumsi makanan-makanan dengan kandungan gizi yang lengkap terutama yang mengandung zat besi dan magnesium. Kedua zat tersebut dapat meredakan rasa nyeri. Memanajemen stress juga dapat mengurangi rasa nyeri saat menstruasi.

Tinggalkan komentar